Rabu, 01 Maret 2017


Ahok sambut Raja Salman bersama Presiden Joko Widodo



Presiden Joko Widodo diperkirakan tidak akan didampingi Ibu Negara saat menyambut kedatangan Raja Salman dari Arab Saudi, 1 Maret nanti.
Menurut tradisi, Raja tidak diperkenankan menyalami lawan jenis yang bukan muhrimnya.
Lalu siapakah yang akan bersama Presiden nanti? Sesuai dengan protokol, maka Gubernur Basuki Tjahaja Purnama akan ikut saat menyambut lawatan bersejarah raja negeri Timur Tengah ini.
Kehadiran Gubernur Jakarta mendampingi Presiden merupakan bagian dari protokol biasa untuk menyambut tamu asing.
Namun kali ini mendapat banyak sorotan, terkait perseteruan Ahok dengan kalangan Muslim garis keras yang menentangnya sejak ia menjabat gubernur menggantikan Jokowi, dan memuncak menjelang Pilkada 2017 putaran pertama lalu dan putaran kedua April mendatang.


Cerita jadi lebih berkembang karena ada desas-desus sebelumnya yang menyebut bahwa Rizieq Shihab yang merupakan tokoh utama penentang Ahok, yang menggalang berbagai unjuk rasa menuntut Ahok ditahan dan dipenjara, juga akan bertemu Raja Salman.
Kapitra Ampera, orang yang disebut sebagai tim penasihat GNPF-MUI, mengklaim bahwa Rizieq telah diundang DPR untuk menghadiri pidato Raja Salman di DPR, Kamis (02/02).
Pernyataan ini keluar setelah Kementerian luar negeri Indonesia menegaskan bahwa ormas Islam yang diundang antara lain adalah NU dan Muhammadiyah, dan tidak ada nama Rizieq.
Duta besar Arab Saudi di Indonesia, Osama Mohammed Al-Shuidi dalam jumpa pers Selasa (28/2) yang dihadiri wartawan BBC Heyder Affan mengatakan bahwa pihaknya tak punya agenda dan kewenangan untuk menentukan siapa perwakilan ormas Islam yang akan diundang.
Sekretariat DPR belum bisa memastikan apakah Rizieq Shihab dan para tokoh penentang Ahok yang tergabung di GNPF MUI, diundang dalam pidato Raja Salman di DPR.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar